欢迎..............欢迎..............欢迎


Senin, 30 Agustus 2010

Festival Hantu atau Festival Para Roh / Ulambana (中元節: zhōng yuán jié)




Orang sering menyamakan antara sembayang rebutan dengan festival hantu. Festival hantu biasanya diperingatin setiap tanggal 15 dibulan ke – 7 (penanggalan lunar ). Festival hantu atau Ulambana ini merupakan kesempatan bagi para arwah dan roh – roh dineraka termasuk almarhum leluhur kita, untuk pergi ke dunia guna mendapatkan hiburan, mereka dibebas dari alam sengsara selama 1 bulan. Para arwah dan roh – roh dineraka dilepaskan bebas kedunia manusia pada tanggal 29 bulan 6 imlek dan kembali keneraka lagi pada tanggal 29 bulan 7 imlek. Sembayang rebutan akan dilaksanakan pada tanggal 15 bulan 7 imlek.

Festival Cheng Beng berbeda dengan festival hantu, perbedaan terletak pada, kalau festival Cheng Beng keturunan yang masih hidup memberikan penghormatan kepada nenek moyang mereka atau saudara yang telah meninggal. Sedangkan pada festival hantu para almarhum dipercaya untuk mengunjungi saudara mereka yang masih hidup.

Pada hari kelima belas alam surga, neraka dan dunia orang hidup akan terbuka. Orang Tionghua akan melakukan ritual untuk mengubah dan membebaskan penderitaan orang yang meninggal. Secara umum festival hantu adalah pemujaan leluhur, dimana kewajiban untuk berbakti kepada orang tua ataupun kakek nenek semasa hidup maupun setelah mereka meninggal tetap harus dipertahankan.

Kegiatan selama bulan ini termasuk didalamnya menyiapkan makanan, sesaji, membakar dupa, serta barang – barang indah lainnya. Makanan yang rumit akan disajikan dengan kursi kosong untuk setiap orang yang sudah meninggal dalam keluarganya, almarhum akan diperlakukan seolah – oleh mereka masih hidup. Festival lainnya termasuk membeli dan melepaskan kertas miniatur perahu dan lentera di atas air, ini berarti memberikan arah yang telah hilang kepada para hantu dan roh – roh leluhur dan dewa – dewa lainya.

Ada juga sebagian orang yang membayar upeti kepada hantu dan roh yang kehilangan tempat tinggal, hal ini dilakukan agar para hantu dan roh tersebur tidak mengganggu kehidupan mereka dan membawa kemalangan dan nasib buruk.

Sebuah pesta besar diadakan untuk para hantu pada hari keempat belas bulan tujuh imlek, dimana mereka membawa makanan dan sesajian untuk menyenangkan para hantu dan untuk menangkal nasib buruk.

Dibeberapa Negara Asia Timur pada hari itu diadakan pertunjukan langsung seperti opera Cina atau drama dan semua orang diundang untuk hadir. Barisan pertama kursi selalu kosong, karena ini adalah tempat para hantu untuk duduk, dimana waktu pertunjukan selalu diadakan pada malam hari. Apabila ada orang yang tetap duduk di kursi paling depan yang seharusnya tempat duduk para hantu, maka menurut cerita orang tersebut akan mengalami kesusahan.



Asal Usul Festival Hantu / Ulambana

Suatu hari Kwan Im Po Sat pergi ke neraka dan melihat ternyata banyak makhluk yang menderita, oleh karena itu akhirnya Kwan Im Po Sat meminta kepada Thian untuk mengampuni mereka. Thian menolak untuk mengampuni mereka, mereka disiksa seperti itu karena buah dari karma mereka semasa hidup. Namun akhirnya Thian yang bermurah hati memberikan kesempatan selama satu bulan, tepatnya pada bulan 7, para arwah diberikan kesempatan untuk mendapatkan persembahan dari keluarganya.

Cerita lain yang beredar tentang ulambana salah satunya adalah mengenai seorang murid budha yang memiliki suatu kemampuan untuk melihat kehidupan orang yang sudah meninggal. Ia kemudian menggunakan kemampuannya untuk melihat bagaimana kehidupan orang tuanya setelah meninggal. Pertama kali ia melihat ayahnya di alam surgawi yaitu alam para dewa. Namun betapa terkejutnya ia melihat kondisi ibunya, yang terlahir kembali di alam yang lebih rendah. Ibunya terwujud sebagai seorang hantu kelaparan, dinamakan hantu kelaparan karena mereka tidak bisa makan karena sifatnya yang sangat tipis dan rapuh dimana tenggorokan mereka tidak dapat dilewati oleh makanan apapun. Namun mereka selalu lapar karena memiliki perut yang gemuk.

Ibunya terlahir sebagai hantu kelaparan karena semasa hidupnya dahulu ia sangat serakah. Sebagai seorang anak yang berbakti murid budha itu berdoa untuk ibunya agar ibunya bisa mendapatkan pengampunan dari Tuhan dan terlahir dalam wujud yang berbeda. Berkat bakti dari sang anak akhirnya ibu dari murid budha itu berhasil mendapatkan kehidupan yang lebih baik yaitu menjadi manusia.

Pantangan Selama Festival Hantu

1.Selama bulan 7 diusahakan untuk tidak pergi berenang, ada mitos yang mengatakan bahwa hantu yang jahat mungkin akan menyebabkan anda tenggelam di kolam renang.

2.Anak – anak dianjurkan untuk pulang lebih awal dan tidak berkeliaran sendirian di malam hari.

3.Tidak dianjurkan untuk menikah, memulai usaha, pindah rumah atau bahkan melakukan perjalanan pada bulan 7 imlek.

Asal Usul Hantu Kelaparan

Ada beberapa cerita tentang asal usal adanya hantu kelaparan :

1.Ada orang kaya yang menjual jus tebu. Suatu hari seorang biarawan datang kerumahnya meminta sedikit jus untuk mengobati penyakit. Pria itu menyuruh istrinya untuk memberikan jus tebu itu kepada biarawan. Akan tetapi sebelum memberikan jus tebu tersebut, si istri terlebih dahulu buang air kecil diatas mangkuk jus tebu tersebut. Biarawan tidak tertipu, ia mengetahui hal tersebut dan langsung menumpahkan jus tebu tersebut. Ketika istri pria tersebut meninggal ia dilahirkan kembali sebagai hantu kelaparan.

2.Ada seorang lelaki yang sangat baik, ia memiliki seorang istri yang sangat serakah. Suatu hari sewaktu hendak meninggalakn rumahnya ia berpapasan dengan seorang biksu yang datang kerumahnya. Lelaki itu memerintahkan istrinya untuk memberikan sedikit makanan kepada biksu itu. Setelah mengatakan hal itu lelaki itu pergi meninggalkan istri dan biksu itu dirumahnya. Karena keserakahan istrinya itu. Dia kemudian membawa biksu itu kesebuah ruang kosong dan menguncinya dan sepanjang hari biksu itu tidak diberikan barang sedikitpun makanan. Akhir cerita setelah istri itu meninggal ia dilahirkan kembali sebagai hantu kelaparan.

by xin_tan


The Hungry Ghost Festival

The Hungry Ghost Festival, sometimes called Half July, is the Chinese version of All Souls' Day, where the living appease ghosts with a huge feast, so they will not harm anyone. The holiday takes place on the 15th day of the 7th month of the lunar Chinese calendar. The Hungry Ghost Festival takes place in China, as well as Singapore and Malaysia. It is a very serious holiday that the Chinese do not disregard.

Origin of the Holiday


The Chinese believe that during this time of the year the gates of the underworld are opened, allowing ghosts to roam the earth. The ghosts are forgotten souls who are held in limbo in the underworld, so they are continually in a state of unrest. In order to appease these souls, the Chinese offer them a feast in their honor.

Appeasing the Ghosts

Makeshift altars are erected to the ghosts during this holiday with prayers to the ghosts. The altars have offerings, which are placed in public places such as along roadsides, in temples, and other various places. The altars are never erected close to homes, in hopes that the ghosts will not reek havoc on household members.

It is common to see joss sticks glowing in the markets on the streets and tables displaying cold food that are not cooked. These might include rice, fruits, as well as raw meat. In most cases when the holiday is over, the food is given to the poor to eat.

Some Chinese will burn money and fabric in order to provide the ghosts with their basic needs. Incense is burned throughout the night. The more incense the better. The ceremonial acts are quite simple, but are done to make sure the ghosts are kept happy enough to return to the underworld without wrecking homes.

Stage operas and musicals are performed in order to entertain the Hungry Ghosts. It is believed that you must keep the ghosts happy.
Superstition or Not

There are many superstitions that the Chinese believe during this holiday. It is considered unsafe to go swimming during the seventh lunar month. It is believed that a ghost can cause one to drown. Floating lanterns are dispersed on top of the waters at dusk to remember those who have died in the waters, as well as to give light to the underworld spirits. When the lanterns have been extinguished, people head home and hope that the spirits would journey to another realm.

Young children are advised to stay indoors on this day. It is believed that the ghosts might lure the children to the underworld to meet untimely death. Weddings are never held on this day. It is considered bad luck.


All Part of Ghost Month


The Hungry Ghost Festival happens around the same time as the Buddhist Ullambana, a festival of Deliverance. This festival, too, is dedicated to communication with the dead. As such, the seventh lunar month is considered Ghost Month in China. It is a somber month for the Chinese.

http://www.childbook.com/Hungry-Ghost-Festival-s/215.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar