欢迎..............欢迎..............欢迎


Kamis, 22 Juli 2010

Memaafkan Merupakan Suatu Seni

Tidak sedikit orang yang beranggapan sangat sulit mengampuni orang lain. Dalam kehidupan ini, acapkali kita tidak bisa menghindar ketika hak kita dilanggar oleh orang lain.

Mungkin mobil Anda didahului dan dipotong jalannya, mungkin telepon Anda tidak dihiraukan orang lain, bukan semua orang bisa menggunakan cara yang Anda sukai dalam memperlakukan Anda. Meski dalam menghadapi perilaku orang lain kita tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi kita bisa memutuskan reaksi apa yang kita ambil ketika kita dilanggar oleh orang lain.
Mengapa memaafkan?

Pertama-tama ingatlah bahwa memaafkan orang lain adalah hadiah dan dorongan yang paling besar bagi diri sendiri. Tidak memaafkan orang lain selamanya, hanya akan membuat hubungan Anda dengan orang itu tidak bisa dipulihkan seperti sedia kala. Anda sendiri mungkin sudah lupa akan segala perilaku orang lain terhadap Anda, tetapi jika teringat akan kejadian itu Anda masih bisa marah, karena Anda sudah terbiasa demikian.

Jika Anda terlalu terpusat pada kesalahan orang lain dan tidak mencoba untuk mengoreksi mereka, mungkin akan membuat persoalan semakin menyimpang dari rel yang sebenarnya. Jangan sampai dituntun dan dikuasai oleh kemarahan.

Selain itu yang perlu Anda pertimbangkan adalah akibat yang dibawa saat Anda menyalahkan orang lain. Mungkin Anda berpendapat bahwa Hitler tidak bisa diampuni, saya juga setuju dengan pendapat itu. Karena orang pada umumnya berpendapat mengampuni Hitler berarti telah merongrong kebenaran dan keadilan.

Tetapi bagaimana menghadapi orang yang hanya mengkritik Anda dengan nada kasar? Perlukah Anda menaruh dendam pada mereka seumur hidup? Demi mereka, kita menerima tekanan sehingga tekanan darah kita menjadi naik apakah hal tersebut patut? Mengapa tidak tersenyum saja untuk melewatkan peristiwa itu? Anda mempersalahkan mereka adalah reaksi yang masuk akal, tetapi bukan merupakan pilihan yang terbaik.
Memaafkan orang lain

Agar bisa memaafkan orang lain, pertama-tama Anda harus jelas amarah itu datang dari mana. Kadang kala kita sudah memastikan bahwa orang yang menyalahi kita adalah seorang berandal, tetapi ini adalah semata-mata dugaan saja, mungkin ada alasan-alasan yang tidak terpikirkan oleh kita.

Mengapa ada orang yang mendahului dan memotong jalan kita? Mungkin mereka sedang bergegas menuju ke rumah sakit, mungkin mereka hampir kehabisan waktu untuk menghadiri suatu wawancara penting, mungkin mereka hendak menghindari seseorang dan mendadak berbalik arah.

Mengapa ada orang yang mengesampingkan telepon Anda? Mungkin mereka sedang disibukkan oleh pasiennya sehingga kelupaan, mungkin mereka sedang mencarikan orang yang bisa menyelesaikan persoalan Anda, mungkin juga sambungan telepon internal mereka sedang bermasalah sehingga telepon Anda dihubungkan ke tempat yang tidak berhubungan dengan Anda.

Mengapa ada sales yang pelayanannya kurang memuaskan Anda? Mungkin sales itu baru pertama kali bekerja, mungkin pelatihan mereka kurang bagus, mungkin pelanggan sebelum Anda sangat rewel sekali sehingga membuat dia menjadi sangat kesal.

Dalam banyak situasi, sebagian orang menyalahi Anda karena tingkah laku mereka yang kurang sopan atau kurang pantas tanpa sebab yang jelas, sebenarnya mereka juga merasa menyesal. Atau kemungkinan mereka tidak menyadari bahwa mereka telah menyalahi Anda!

Jangan sembarangan menduga-duga, lebih baik berdiskusilah dengan mereka. Bicarakan apa yang sedang mereka lakukan, mengapa Anda merasa bahwa tindakan mereka itu tidak benar, beritahukanlah kepada mereka tindakan mereka itu membuat Anda merasakan kurang nyaman. Jika mereka melakukan tindakan itu tanpa sengaja, mengapa kita tidak memilih untuk memaafkan mereka?
Memaafkan diri sendiri

Kadangkala orang paling sulit memaafkan diri sendiri. Orang lain melakukan kesalahan, kita bisa memandangnya dari sisi yang obyektif, mungkin mereka sudah berusaha sekuat tenaga. Tetapi, ketika kita melakukan kesalahan yang sama, sebaliknya tidak bisa memandang diri sendiri secara obyektif.

Umumnya kita memikirkan kembali setiap langkah dengan teliti, berpikir alangkah baiknya jika kita bisa melakukan demikian. Orang lain mungkin bisa memahami kesalahan yang kita lakukan, lalu bagaimana jika kita redakan kecaman yang paling keras terhadap diri sendiri?

Persis seperti saat kita memperlakukan orang lain, Anda harus mempertimbangkan akibat dari mempersalahkan diri sendiri. Umumnya Anda tidak akan melakukan kesalahan yang besar. Jika bisa dikoreksi maka koreksilah, jika tidak bisa maka lain kali dilakukan dengan benar.

Bila perlu, ketika Anda tidak bisa mengontrol situasi itu dengan baik maka sebisanya Anda hindari situasi tersebut. Tetapi jangan membiarkan rasa penyesalan menyelubungi diri Anda, karena hal tersebut merupakan salah satu perasaan yang paling tidak berguna bagi Anda.

Sudahkah Anda memafkan orang-orang yang bersalah pada Anda hari ini?

Rabu, 21 Juli 2010

Empat Orang Kelaparan


Dahulu kala ada dua orang yang kelaparan, mereka berdua tidak memiliki uang sama sekali, dalam perjalanan mereka bertemu dengan seorang tua yang baik hati, memberikan kepada mereka sebuah alat pancing dan satu keranjang ikan segar.

Salah satu orang berpikir, asalkan saya menggunakan alat pancing tersebut untuk memancing ikan, di kemudian hari saya selamanya tidak perlu merisaukan pangan. Orang yang satunya lagi matanya memandang ke sekeranjang ikan dengan rakus, dia penasaran hendak segera menghabiskan sekeranjang ikan segar itu.

Dua orang masing-masing mempunyai pemikiran yang berbeda, akhirnya mereka mendapatkan sesuai dengan keinginan masing-masing. Karena sudah tak sabar hendak mencapai tujuannya, di samping itu mereka juga takut pihak lain akan berubah pikiran, maka kedua orang tersebut cepat-cepat memisahkan diri.

Orang yang mendapat sekeranjang ikan segar, dengan segera mencari sebuah tempat untuk menyulut api dan memasak semua ikan dalam keranjang itu. Setelah matang, dia melahapnya hingga habis. Sehingga di kemudian hari, orang tersebut meninggal kelaparan di samping keranjang ikan yang telah kosong.

Lantas bagaimana nasib seorang lagi? Dia sudah kelaparan hingga badan lemas, mata berkunang-kunang, dengan membawa tangkai pancing dia berjalan sambil merangkak (karena hampir kehabisan tenaga) menuju ke arah pantai. Ketika terlihat olehnya di depan terbentang lautan luas, sisa tenaga yang ada dalam dirinya telah terkuras habis. Dengan tangan masih menggenggam erat tangkai pancing, dia meninggal dunia.

Di kemudian hari, ada dua orang yang kelaparan lagi. Mereka sama seperti dua orang kelaparan yang sebelumnya, juga mendapatkan sebuah pancing dan sekeranjang ikan segar dari orang tua berbudi itu. Ketika mereka hendak berpisah, orang yang mendapatkan tangkai pancing berpikir, “Jika saya membawa pergi tangkai pancing tersebut, bagaimana kelak hidupnya jika sekeranjang ikan segar itu telah habis dimakan?”

Orang yang mendapatkan sekeranjang ikan segar itu juga berpikir, “Saya hampir mati karena kelaparan, walaupun saya ingin segera melahap habis ikan-ikan tersebut seorang diri, tetapi dia yang membawa tangkai pancing itu juga kelaparan. Jangan-jangan belum sampai di laut dia sudah mati kelaparan, bagaimana hal tersebut boleh terjadi?”

Dengan pemikiran yang demikian kedua orang itu bersamaan membalikkan badan, mereka saling mengutarakan pemikiran masing-masing kepada yang lain. Akhirnya mereka mengambil suatu keputusan membawa tangkai pancing dan sekeranjang ikan segar itu untuk bersama-sama pergi mencari laut. Dalam perjalanan, mereka sangat hemat mengonsumi bekal ikan, dan hati mereka dipenuhi dengan kegembiraan.

Setelah bertemu laut, mereka secara bergantian, bahu membahu memancing ikan sebagai santapan sehari-hari. Sejak hari itu pula mereka telah menjadi sahabat sejati, dengan mata pencaharian sebagai nelayan.

Beberapa tahun kemudian, mereka membangun rumah di tepi pantai. Masing-masing telah memiliki keluarga dan mempunyai beberapa anak. Mereka juga telah membuat kapal-kapal penangkap ikan milik sendiri, dan hidup bahagia.

Dari cerita di atas, kita bisa menarik suatu pelajaran dalam hidup. Seseorang jika hanya mementingkan keuntungan di depan mata saja, tidak akan bisa mengambil pilihan yang tepat. Dia hanya bisa mendapatkan kepuasan diri sesaat saja, nyawanya mungkin bisa hilang untuk selamanya karena keegoan dirinya itu.

Seseorang jika hanya bisa memikirkan dirinya sendiri, tidak mengerti bagaimana memikirkan orang lain, bukan hanya dalam hidupnya sangat sulit mencapai keberhasilan, perjalanan dalam hidup orang tersebut juga akan selalu dalam kesengsaraan serta penuh dengan kekecewaan atau frustrasi.

Dua Gentong


Seorang wanita tua mempunyai dua buah gentong besar, masing-masing tergantung pada ujung sebatang tongkat panjang, yang dibawa di pundaknya. Salah satu gentong retak, sedangkan gentong yang satu lagi sangat baik untuk mengangkut satu air penuh.

Setelah melewati jalan dari sungai ke rumah, gentong yang retak hanya menghasilkan setengah gentong air. Selama 2 tahun hal ini terjadi, wanita tersebut hanya membawa pulang satu setengah gentong air setiap harinya.

Tentunya, gentong yang sempurna tersebut sangat bangga dengan air yang dihasilkannya. Sedangkan, gentong yang retak malu dengan ketidaksempurnaan dirinya, dan sedih bahwa Ia hanya dapat mengahasilkan setengah dari kemampuannya.

Setelah 2 tahun dari sesuatu yang ia pikir sebagai kegagalannya, Gentong yang retak berbicara dengan wanita tua di tepi sungai.

“Saya sangat malu dengan diri saya, karena retak pada diri saya, menyebabkan air bocor selama perjalanan dari sungai ke rumah," katanya.

Wanita tua kemudian tersenyum.

"Apakah kamu memperhatikan, bahwa bunga tumbuh di sisi jalan yang kamu lewati, tetapi tidak ada pada sisi yang lain? Itu karena aku sudah tahu tentang kekuranganmu, jadi aku menanam benih bunga di sepanjang jalurmu, dan setiap hari kita pulang ke rumah, kamu menyiraminya. Selama dua tahun ini, aku telah memperoleh bunga yang indah untuk dekorasi meja. Tanpa dirimu dengan keadaan seperti sekarang ini, tidak akan ada keindahan di dalam rumah.”

Setiap orang memiliki kekurangan-kekurangan yang unik. Tetapi, justru kelemahan dan kekurangan yang kita miliki, yang membuat hidup kita ini sangat menarik dan mengesankan. Kamu hanya perlu melihat seseorang apa adanya, dan mencari hal baik yang mereka punyai.

Kepada semua teman gentongku yang tidak sempurna, nikmatilah hari yang indah ini dan ingat untuk melihat indahnya dan mencium wangi bunga di sepanjang sisi jalanmu.

绕口令 (Ràokǒulìng) Tongue Twister (Beginner)

会与费 (Huì yǔ fèi) Can and Cost

Listen to the tongue twister

Key Learning Points (Preview):

学 (xué): v to learn
会 (huì): v can/be able to

The Chinese tongue twister below is a very typical one which will help you practice the Chinese Pinyin pronunciation of “h” and “f.”

Shǒuyì xué búhuì,
手艺 学 不会,
When one can not learn a craft,

Cáiliào yòng de fèi.
材料 用 得 费。
Materials cost a lot.

Zhèng shì huì de búfèi,
正 是 会 的 不费,
It costs less when you know the craft,

Fèi de búhuì.
费 的 不会。 
But it costs more when you don’t have the craft.

Key Learning Points:

学 (xué): v to learn

Example:

Jiàqī nǐ xiǎng xuédiánr shénme ya?
A: 假期 你 想 学点儿 什么 呀? 
What do you want to learn during the holidays?

Wǒ xiǎng xué lādīngwǔ.
B: 我 想 学 拉丁舞。
I want to learn Latin dance.

会 (huì): v can/be able to

Example:

Wǒ liùsuì de dìdi xiànzài huì yóuyǒng le.
我 六岁 的 弟弟 现在 会 游泳 了。 
My six-year-old brother can swim now.

生词 (shēngcí) Vocabulary

手艺 (shǒuyì): n craft
材料 (cáiliào): n material
费用 (fèiyong): v to cost

初生牛犊不怕虎 New-born Calves are not Afraid of Tigers (Beginner)

Key Learning Point (Preview):

怕 (pà): v to fear/ be afraid of
Towards the end of Eastern Han Dynasty, “刘备 (Liú Bèi) Liu Bei” captured the city “汉中 (Hànzhōng) Hanzhong” from “曹操 (Cáo Cāo) Cao Cao” and proclaimed himself king. He ordered his famed general “关羽 (Guān Yǔ) Guan Yu” to capture “襄阳 (Xiāngyáng) Xiang yang” in the north. 刘备 (Liú Bèi)’s army defeated 曹操 (Cáo Cāo)’s army, which fell back on“樊城 (Fánchéng) Fancheng.” “曹操 (Cáo Cāo) Cao Cao” sent a young and brave officer “庞德 (Páng Dé) Pang De” to lead the soldiers into “樊城 (Fánchéng) Fancheng” for support.

When “庞德 (Páng Dé) Pang De” led his troops into “樊城 (Fánchéng) Fancheng,” he said that he would have a “决战 (juézhàn) decisive battle” with “关羽 (Guān Yǔ) Guan Yu.” Both fought hard against each other in the following battles but neither prevailed. After the battles, “关羽 (Guān Yǔ) Guan Yu” came back to the military camp and said to his subordinates: “ ‘庞德 (Páng Dé) Pang De’ had very good sword skills, and he was “初生牛犊不怕虎 (chū shēng niúdú bú pà hǔ) a new-born calf that is not afraid of tiger.” We can’t look down upon him.”

“初生 (chū shēng)” means new-born and “牛犊 (niúdú)” means calf. This idiom is often used to describe young people who are not afraid of obstacles and are very brave.

For example:
Zhèxiē xiǎohuǒzi wúlùn zuò shénme shì dōu shuō gàn jiù gàn ,
这些 小 伙子 无论 做 什么 事 都 说 干 就 干, bú hàipà rènhé kùnnan ,zhēn kě wèi chū shēng niúdú bú pà hǔ ā !
不 害怕 任何 困难, 真 可 谓 初 生 牛犊 不 怕 虎 啊!  
Whatever these young men decide to do they will start without delay and they aren’t afraid of any difficulty. “New-born calves are not afraid of tigers!”

Key Learning Point:

怕 (pà): v to fear/ be afraid of  

Example:

Wǒ jiějie gàosu wǒ xué hànyǔ bú shì jiàn jiǎndān de shìqing,
我 姐姐 告诉 我 学 汉语 不 是 件 简单 的 事 情,
dànshì wǒ yí diǎn dōu bú pà, wǒ jué dé xué hànyǔ hěn yǒu yìsi.
但 是 我 一 点 都 不 怕,我 觉 得 学 汉语 很 有 意 思。  
My older sister told me that it is not easy to learn Mandarin, but I am not afraid of learning it at all. I think it is very interesting to learn Mandarin.

生词 (shēngcí) Vocabulary:  
决战 (juézhàn): n a decisive battle  
初生牛犊 (chū shēng niúdú): new-born calves  
虎 (hǔ): n tigers

男生如何邀请女生 When a Boy Invites a Girl (Intermediate)

Zuìjìn máng shénme ne?
Boy: 最近 忙 什么 呢?  
What have you been busy doing recently?

Kuài kăoshì le, mángzhe fùxí ne! Zhè jĭ tiān yìzhí mái zài shūduī lĭ ne!
Girl: 快 考试 了, 忙 着 复习 呢!这 几 天 一直 埋 在 书堆里 呢!  
Exams are approaching, and I’m busy reviewing the books to prepare for them.
I’m buried in a pile of books these days.

Nĭ yě tài yònggōng le ba! Xiàwŭ chūqù sànbù, zěnme yàng?
Boy: 你 也 太 用功 了 吧!下午 出去 散步,怎么 样?  
You’re too serious about your studies! What about going for a walk this afternoon?

Wǒ kě méiyǒu nĭ nàyàng de xiánqíngyìzhì!
Girl: 我 可 没有 你 那样 的 闲情逸致!  
I don’t have the leisure time and carefree mood as you do.

Bié a! Nĭ méi tīngshuō “zhĭ gōngzuò bù wánshuă cōngmíng háizi yě biànshă” ma?
Boy: 别 啊!你 没 听说 “只 工作 不 玩耍 聪明 孩子 也 变傻” 吗?
Nĭ nándào xiăng biànchéng shăzi ma?
你 难道 想 变成 傻子 吗?  
Oh, come on. Haven’t you ever heard “All work and no play make Jack a fool?”
Do you want to become a fool?

Nà hăo ba! Wǒ kě bùxiăng bèi nĭ shuō chéng shăzi. Wǒmen chūqù sànbù ba!
Girl: 那 好 吧! 我 可 不想 被 你 说 成 傻子。 我们 出去 散步 吧!  
Ok! I don’t want to be called a fool. Let’s go for a walk!

生词 (shēngcí) Vocabulary:  
最近 (zuìjìn): adv recently  
认真 (rènzhēn): adj be serious

滥竽充数 Fill a Post without Real Qualifications (Beginner)

Key Learning Point (Preview):

数 (shǔ/shù): v/n count/number  

In the Warring States Period of China, a king named Qixuan liked listening to the “合奏 (hézòu) instrumental ensemble” of Yu (an instrument in ancient China). The more bandsmen played it, the happier he would be. Mr. Nanguo was a man who didn’t like to work hard but liked to brag. When he heard the king Qixuan wanted to organize a bigger band, he told the king Qixuan that he was an expert in playing the Yu. So the king Qixuan happily invited him to join the band. When playing Yu, he just sat together with other bandsmen and acted as he spared no effort. But in fact, he couldn’t play it at all. He made his living by acting like this for many years until the king Qixuan died.

After the king Qixuan died, his son Qimin took over. He didn’t like listening to the instrumental ensemble of Yu at all. He liked listening to the “独奏 (dúzòu) solo” of Yu. So he only asked one bandsman to play the Yu for him each time. In this case, Mr. Nanguo had no way but to run away.

This Chinese idiom tells us that we should tell things as they are and be honest. In modern Chinese, this Chinese idiom is used to describe people who fill in a post without real qualifications. You can see how it is used from the following example:

Wǒ bú tài huì chànggē, zài héchàngduì lǐ zhǐ shì lànyúchōngshù ér yǐ.
我 不 太 会 唱歌, 在 合唱队 里 只 是 滥竽充数 而 已。  
I am not good at singing. I just fill a post without real qualifications in the chorus team.

Key Learning Points:数 (shǔ/shù): v/n to count/number

Examples:
Zhè shì jīntiān bàomíng cānjiā ap hànyǔ péixùn de míngdān,
1. 这 是 今天 报名 参加 AP 汉语 培训 的 名单,
nǐ shǔ yí xià yígòng duō shǎo rén .
你 数 一 下 一共 多 少 人。  
This is the name list of those who applied for the AP Chinese training today.
Please count the total number.

Zài Zhōngguó, dàbùfèn rén dōu rènwéi bā shì gè hěn jílì de shùzì.
2. 在 中国, 大部分 人 都 认为 8 是 个 很 吉利 的 数字。  
In China, most people think that eight is a lucky number.

生词 (shēngcí) Vocabulary:  
合奏 (hézòu): n instrumental ensemble  
独奏 (dúzòu): n solo